Langsung ke konten utama

Inilah Ketika Ibu Ambar Mengajar " a i u e o " #cerita ambar2

     
  Hasil gambar untuk a i u e o  
      Benar adanya, bahwa kemampuan seseorang tidak bisa dipukul rata sama. Karena kenyataan yang kuhadapi, setiap orang memiliki keunggulan dan kekurangannya masing- masing. Seseorang dapat belajar dan memahami sebuah pelajaran dengan cara yang berbeda- beda atau dengan waktu yang berbeda juga, dapat memahami dengan cepat atau lambat, atau malah lambat sekali. Tetapi dibalik itu semua haruslah ada kesungguhan yang mengiringi.  

Tidakkah akan menurun jika pemahaman yang cepat tidak dibarengi dengan kesungguhan ? mungkin dalam pembelajaran dia akan mengalami sedikit perlambatan sehingga bisa saja dirinya tersusul oleh seseorang yang pemahamannya lambat namun memiliki kesungguhan belajar yang luar biasa. Tetapi berbeda lagi dengan seseorang yang pemahamannya lambat dan tidak memiliki kesungguhan untuk belajar atau kesungguhan untuk menjadi lebih baik, karena pastilah dirinya akan tertinggal jauh di belakang. 

    Tetapi sebagai guru, itulah tugas besar yang harus ditangani dengan serius. Menumbuhkan motivasi belajar sangatlah penting baik kepada  anak yang pemahaman cepat atau lambat, tidak ada bedanya ketika memberi motivasi belajar dalam sebuah pembelajaran, karena mereka adalah sama- sama anak yang sedang belajar dengan kita.   

      Yyeeaaaahhh, 10 hari sudah mengabdi sebagai guru TK hehehe, mungkin ssedikit lucu sih karena baru 10 hari aja tapi semangat nulis kali ini bukan main haha. memang banyak orang diluar sana yang sudah berpuluh- puluh tahun mempunyai pengalaman mengajar sehingga "mungkin" tulisanku ini tidak aneh lagi, kaya bahasa anak muda sekarang yang suka bilang "mainstream". Tapi gapapa, orang yang belajar akan mendapat manfaatnya sendiri, walaupun tidak membawa manfaat di luar insyaallah membawa manfaat untuk diri sendiri. hm tapi jujur.. ini jujur, aku akan berdoa  dan teus berdoa walaupun tulisanku sederhana aku berharap ada sedikit manfaat yang bisa diambil di luar sana. Aamiin yaaa allah ^_^ semangat nulis !!!!

      Balik lagi sudah 10 tahun mengajar. eeeh, 10 hari maksudnya :'D. Pengalaman ku selama mengajar di dalam kelas masyaallah luar biasa allahu akbar, anak- anak yang pinter- pinter, sholeh- sholehah, balageur pokoknya, (kalau kata orang sunda mah). Namanya baru masuk pembelajaran dalam kelas maka pembelajaran pertama yang mereka harus tahu adalah abjad " a  i  u  e  o " . 

      Sekarang aku kenalin anak- anak ku dulu, aku memiliki anak murid sebanyak 8 orang, hm cuma 8 orang loh tapi dikelas lain sudah mencapai 14 orang perkelas, 8 orang yang terdiri dari 5 orang laki- laki dan 3 orang perempuan, dimana karakter didalamnya betul- betul berbeda. ada yang imut, diem, kalem, cantiklah, ayu kalau kata orang jawa, ada juga yang aktif menjawab kalau ditanya, pinter, suka bergerak- gerak begitulah haha, ada juga yang malu- malu manja, males- malesan daaaaan sebagainya. Tapiii mereka semua calon sholeh- sholehah koaamiin :'D.

      Setelah perkenalan, aku mau sedikit cerita ketika aku mengajarkan "a  i  u  e  o" harus kalian tahu mengajar anak- anak usia 5 tahun itu tidak semudah yang difikir, malah, bisa dibilang lebih rumit. dalam usaha penitipan anak saja, semakin kecil anak yang dititipkan maka akan semakin banyak pembayaran yang harus dibayar kepada pemilik usaha, ini bukan promo ko guys hehe, jadi bisa ditarik kesimpulan anak kecil memang lebih rumit ngurusnya maksudnya butuh penjagaan ekstra, pemahaman ekstra, daaan kesabaran ekstra hehehe. Selain itu kita juga sebagai gurunya harus menyeimbangkan ketika mereka sedang fokus untuk belajar atau fokus nya ingin main, yaa yang kita tahulah anak- anak suka nya bermain, dan. Yang kita tahu juga bahwa fokus anak kecil belajar itu ya kurang lebih hanya 5 menit, selebihnya ? ya suka- suka mereka saja.

    Untuk di TK tempat aku mengajar, setiap pagi sebelum berbaris dilapangan, anak- anak akan diajak untuk membaca buku bacaan dan membaca iqro, apabila tidak keburu maka akan dilanjutkan pada jam istirahat. Kurang lebih selama 5 hari ini mengajar baca atau mengenalkan huruf " a  i  u  e  o", ternyata itu gak gampang guys haha, kalau menurut aku, itu termasuk sulit haha sedih. Entah, apa mungkin karena ini pengalaman pertama mengajar kali yaaaa... hm.

Gini niiih, tipe tipe anak kalau lagi belajar baca sama aku :

1. hari ini dikenalkan " a  i  u  e  o " saat menyebutkan tidak jarang     mereka yang lupa, a  dibilang  e  ,     atau   u  dibilang  i , daaan       yang lainnya :D

2. ada anak yang hari ini sudah tahu yang mana  a  , yang mana  i  ,    atau yang lainnya, ketika disuruh   untuk menunjuk pun bisa,        tetapiiii ketika besoknya lupa lah lagi semua :D dududu.... 

3. ada juga anak yang sangat pd menyebutkan huruf lain, tetapi        tidak benar- benar pd menyebut huruf     a  ? entah kenapa tapi      aku penasaran sih, bisa jadi aku jadiin bahan skripsi nih hahaha

4. dan satu lagi, ini lucu sih, dikarenakan baca buku bacaan dan          baca buku iqro, terkadang anak ngelantur menyebut                        bacaan iqro dalam buku bacaan, misalnya : huruf  u  dibaca ta          hehehe.

      Masih banyak lagi pokoknya, tapi ada juga loh yang sudah pinter banget bacanya, bahkan dia sudah membacanya menggunakan buku cerita. Kalau kata guru- guru yang lain sih "geus norolong macana" maksudnyaaa, ibaratkan bola yang digelindingin di perosotan yang licin, hm lancar jayaaaa, tanpa ada hambatan. Ada juga anak yang begitu polos- polosnya, yaaa biarpun setiap anak memang polos tapi ini begitu terlihat :D ketika baca, dengan muka polos yang bingung tiba- tiba nyengir dan bilang " aapaayaaaa..? lupa hehehe."  a   eeehh..   i    eeehhh..   u     eeehhh...    dan yang lain haha. Ya tapi maklum lah ya, jangankan anak kecil, anak dewasa aja sering lupa sama pelajaran yang dia dapet, hari ini belajar besok lupa lagiii, iya kan ? ya emang terlepas dari anak kecil ataau bukan, lupa memang fitrahnya manusia, tapi walaupun fitrah kita tetap harus berusaha untuk meminimalisir itu bagaimanapun caranya. 

      Biarpun begitu, mereka ngegemesin koooo hehehe, kali ini aku benar- benar bergairah untuk menceritakan ini haha. Karena akhirnya atas doa kalian semua, aku bisa merasakan nikmatnya menjadi seorang guru, yaaaa inilah yang sedang aku ceritakan nikmatnya. Walaupun begitu, insyaallah aku akan berusaha lagi mencari motivasi- motivasi yang bisa membuat anak senang belajar, senang baca, dan tidak lupa- lupa lagi, doain yaaaa  ... aamiin. dan semoga, semangat nulis ini akan terus bergemuruh dalam hati, menceritakan walaupun cerita yang begitu sederhana, jaadi aku mohon doakan aku dan ingatkan jika aku lupa untuk menulis lagi hehehe. aamiin . sudah dulu cerita kali ini, tunggu post selanjutnya yaaa, jazakallah khairan semuanya ^_^   


Hasil gambar untuk gambar guru ngajar a i u e o


sumber gambar : www.google.com




Komentar

Pengalaman pertama dipanggil "ibu ambar" #cerita ambar1

Puisi; Seperti Mimpi Buruk

Seperti Mimpi Buruk oleh : Ambar Haerani seperti mimpi buruk degup jantung tidak seirama nafas tidak sakit tetapi sedikit sesak tidur kali ini membuatku haus alarm tidak menyala dan berdering tapi kurasa setiap menit dia membangunkan tetap pada posisi berbaring dan lagi kucoba pejamkan seperti mimpi buruk dan benar aku taklagi pejamkan mata tapi nyatanya bukan mimpi buruk degupan jantung yang kencang karena satu tanda hening sepi... gelap, remang dengan cahaya bulan sesekali sahutan ayam berbunyi saat itu hanya aku yang terbangun seperti mimpi buruk namun hilang seketika, karena itu bukan mimpi buruk dia hadir bersama heningnya malam sampaikan rindu yang tlah lama terpendam hai kamu, apa kabar .. ternyata berbicara jarak tak selalu menyedihkan hai kamu, apa kabar .. ternyata jarak malah membuat rindu dan ingin slalu bersama selamat sore teman teman blogers, baru posting lagi nih diaw...

Gagal Hal Biasa, Mencoba tidak Semua Bisa, ketika Berhasil itulah yang Luar Biasa

     Banyak diantara kita yang merasa takut gagal sebelum mencoba sesuatu hal diluar kebiasaan yang biasa dilakukan. Takut mencoba sesuatu hal yang baru, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Padahal sesuatu yang baik mengapa tidak untuk dicoba dilakukan walaupun sebenarnya kita tidak memiliki keahlian didalamnya. Perilaku yang baik biasanya tertanam dari niat yang baik, kegiatan positif akan timbul ketika hati dan fikiran menuju kepada hal yang positif, dan keberhasilan berawal dari niat baik, hati serta fikiran positif yang mengarahkan raga menuju kegiatan yang positif.             Suatu keahlian tidak selalu harus menempuh jenjang sekolah , sehingga banyak orang memiliki keahlian yang baik namun bukan dikarenakan dirinya pernah sekolah dalam bidang keahliannya, melainkan dirinya mengawali hal tersebut dari mencoba dan mulai menekuninya. Walaupun memang, sering di kehidupan kita keahlian dapat diakui bila kita telah mendapatkan se...