Langsung ke konten utama

Postingan

Entri yang Diunggulkan

Bahagialah

Hari itu, Adalah hari yang paling menyenangkan sampai hari ini Di setiap waktunya menyimpan kenangan indah sampai detik ini Aku, Adalah orang yang sangat bahagia ketika mengenang kebahagiaan Tapi aku , Adalah orang yang sangat bersedih Ketika mengenang kebahagiaan yang tidak akan lagi terulang Karena kenyataannya, Apa yang sudah terjadi akan sulit terulang kembali Hati, Tak pernah salah untuk memilih bahagia Karena hati pasti ingin bahagia Hatiku, Takan salah memilih kamu sebagai perantara bahagia Keyakinanku, karena kamu sudah menciptakan apa yang aku ingin rasakan Hari itu aku bahagia Banyak waktu yang terhias dengan senyuman Terutama dari kamu si penebar kebahagiaan dengan senyuman Aura positif yang bikin tenang Juga setiap katanya yang menyihir perasaan Bahwa aku adalah seseorang yang sangat berarti Sikap juga perasaan bisa berubah Semua bisa berubah Tidak ada yang harus dipaksakan Terutama masalah hati Bahagianya seseorang terletak di tempat yang berbeda-...
Postingan terbaru

Berjuang Juga Pilihan

Berjuang juga pilihan.  Mau berjuang dengan maksimal, Setengah - setengah, Atau memilih berhenti berjuang . Berjuang juga pilihan. Mau berjuang sendiri, Berdua ? Rame - rame ? Atau rame - rame kaya sendiri ? Itu juga pilihan.  Semua pasti berhadiah sesuai dengan perjuangannya masing - masing. Ada yang berakhir sukses, Ada juga yang mengalami gagal. Banyak orang terkagum-kagum dengan kesuksesan seseorang, Tapi mereka lupa menengok proses perjuangannya. Mereka lupa menengok apa saja yang sudah diperjuangkannya. Menghargai perjuangan itu baik, Baik banget. Apalagi perjuangan itu diperjuangkan untuk kepentingan diri kamu. Memaksimalkan perjuangan itu penting, Apalagi perjuangan yang sudah komit untuk diperjuangkan bersama -sama. Berjuang bersama itu akan terasa ringan, tapi akan terasa berat kalau sama-sama membesarkan ego masing- masing. Ini akan kembali pada pilihan masing-masing,  Berjuang untuk memperjuangkan, Berjuang untuk diperjuangkan, Ata...

Aku - Kamu - Tuhan Ku

Ingat kala itu aku begitu mengagumi mu. Dengan segala kelembutan mu. Wibawa mu, kamu yang karismatik menurut ku. Dan kamu yang membuat setiap mata merasa sejuk melihatnya.  Kala itu, selalu berbagai ucap kagum yang kutujukan kepada Tuhan ku. Setiap kali aku bertemu kamu, Aku bersyukur Dia beriku kesempatan Melihat mu. Mengenal mu. Bahkan mengagumi mu. Tuhan ku Sang perencana terbaik.  Setiap rencanaNya, beberapa kali menjadi tebakan yang tak bisa tertebak. Begitu juga dengan kecewa yang baik, Baik untuk masa depan ku mungkin, Atau baik untuk masa depan mu, walau aku yang kecewa, Hanya Tuhan ku yang tahu. Biarlah.. Setiap manusia memiliki sisi buruk nya masing masing, begitu juga dengan sisi baiknya. Setiap tebakan yang gagal ditebak. Pasti berakhir dengan jawaban yang tidak disangka-sangka. Misal akhirnya aku tahu, kamu tidak selembut yang aku kira, Atau.. Kamu tidak sewibawa yang aku lihat selama ini.  Atau yang lebih ekstrim, k...

.CERPEN. Jangan Marah Niscahya Bagimu Surga

Dengan muka mengejek, mulut nyengir begitu lebar, andra sangat puas menertawai mukaku yang bulat dengan mata belo, dan bibirku yang sedikit maju atau biasa mereka bilang adalah monyong. Ini bukan hanya yang pertama kali, tetapi ini yang kesekian kalinya dia beserta teman- temannya mengejekku dengan sangat puas, dengan tawanya yang sampai terdengar cekikikan. “ron, lihat tuh si monyong melototin kita, kabur eh kabur hahaha” “biasa aja dong liatinnya” “biasa aja dong ngomongnya, bibirnya ngajak ribut ih” begitulah seterusnya andra dan temannya roni secara tidak langsung mengejek mukaku yang memang tidak cantik seperti kebanyakan teman ceweku yang lain. Suatu ketika, aku sangat tidak terima dengan ejekan mereka, aku kesal, aku sebal, dan aku sangat marah dengan mereka. Ketika itu sedang ada ulangan harian pelajaran matematika, andra dan roni memaksa meminta jawaban kepadaku, aku tidak bisa, aku tidak diajarkan untuk curang oleh kedua orangtuaku, aku tidak dibiasakan untuk contek- ...

Anakku Jadi Korban Kekerasan

Sebagai orangtua dan dewasa terkadang kita lupa bahwa seorang anak merupakan asset, baik bagi keluarganya, lingkungannya, agamanya begitupun untuk negaranya. Bagaimana jika hak- hak anak tak sepenuhnya tersampaikan, jangankan untuk pendidikan, tempat tinggal, makan dan minum, hal yang terutama perlu tersampaikan adalah kasih dan sayang dari sekelilingnya terutama orangtua dan keluarganya. Jangan salahkan sekolah jika ternyata anak sering dikatakan “nakal” oleh lingkungan sekolahnya padahal yang sebenarnya orangtualah yang harus berkaca mengenai pendidikan pertama anaknya yaitu dirumah. Jangan salahkan teman- teman dilingkungan rumahnya jika mereka sering membuat temannya menangis, memukul dengan sembarangan, berkata kasar, dan hal lain sebagainya. Sebagai orangtua berkacalah, bagaimana sebetulnya selama ini pendidikan pertama yang telah diberikan ? pengaruh perilaku seseorang memang dapat dipengaruhi dari berbagai hal, seperti lingkungan sekolah dan lingkungan rumah tetapi jangan ...

Pagi Bahagia

_Pagi Bahagia_ oleh : Ambar Haerani Hariku tak lagi sama Kembali terlambat karena suatu pagi Pagi lelah karena tergesa-gesa Lemas tidak sempat bertemu nasi Mengapa pagiku saat itu buruk ? Padahal pagi adalah ladang rezeki Bukan karena bangun ketika sudah terik Melainkan santai, lebih tepat lalai Hariku tak lagi sama Bukan karena tidak bertemu pagi Tetapi pagiku bukan lagi belajar Melainkan, mengajar Pagiku tidak lagi telat melulu Pagiku tidak lagi lelah selalu Apalagi loyo dan lemas yang menghantui Pagiku kali ini, ceria menyenangkan hati Bukan masalah pagi belajar atau mengajar Tetapi awal kebaikan dimulai kembali pada saat pagi hari Pagi yang bahagia, Membawa kebaikan yang membahagiakan  Citeureup, 27 September 2017 sumber gambar : www.google.com

Pemeran Utama k e c e w a

Pemeran Utama kecewa Oleh : Ambar Haerani Bagaimana bisa aku masih berharap dengan kisah yang telah kau rusak dengan cerita yang sudah tak layak dengan seseorang yang membuatku berhenti berharap sebelumnya memang kamu  adalah harapan kamu adalah alasan dari semua kenangan alasan ku memiliki candu sebuah candu merindu  namun seketika kisahku rusak dengan perasaan heran bertanya mengapa dan seketika tulisanku menjadi jelek tak layak karena cerita yang hanya berisi kecewa tak ada lagi bahagia kecewa membuatku menyesal telah menyimpan harap dengan asal bagaimana bisa aku berharap kepada seseorang yang tidak pernah merasa memberi harap kamu memang memiliki bagian dalam ceritaku tapi kali ini kamu bukan lagi pemeran utama bermsamaku kamu hanyalah sepenggal cerita yang membangkitkanku membangkitkan lebih baik lagi pribadiku berbahagialah kamu dengan cerita-ceritamu buatlah bahagia pula para pembacamu misal, dengan akhir...