Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Anakku Jadi Korban Kekerasan

Sebagai orangtua dan dewasa terkadang kita lupa bahwa seorang anak merupakan asset, baik bagi keluarganya, lingkungannya, agamanya begitupun untuk negaranya. Bagaimana jika hak- hak anak tak sepenuhnya tersampaikan, jangankan untuk pendidikan, tempat tinggal, makan dan minum, hal yang terutama perlu tersampaikan adalah kasih dan sayang dari sekelilingnya terutama orangtua dan keluarganya. Jangan salahkan sekolah jika ternyata anak sering dikatakan “nakal” oleh lingkungan sekolahnya padahal yang sebenarnya orangtualah yang harus berkaca mengenai pendidikan pertama anaknya yaitu dirumah. Jangan salahkan teman- teman dilingkungan rumahnya jika mereka sering membuat temannya menangis, memukul dengan sembarangan, berkata kasar, dan hal lain sebagainya. Sebagai orangtua berkacalah, bagaimana sebetulnya selama ini pendidikan pertama yang telah diberikan ? pengaruh perilaku seseorang memang dapat dipengaruhi dari berbagai hal, seperti lingkungan sekolah dan lingkungan rumah tetapi jangan ...

Pagi Bahagia

_Pagi Bahagia_ oleh : Ambar Haerani Hariku tak lagi sama Kembali terlambat karena suatu pagi Pagi lelah karena tergesa-gesa Lemas tidak sempat bertemu nasi Mengapa pagiku saat itu buruk ? Padahal pagi adalah ladang rezeki Bukan karena bangun ketika sudah terik Melainkan santai, lebih tepat lalai Hariku tak lagi sama Bukan karena tidak bertemu pagi Tetapi pagiku bukan lagi belajar Melainkan, mengajar Pagiku tidak lagi telat melulu Pagiku tidak lagi lelah selalu Apalagi loyo dan lemas yang menghantui Pagiku kali ini, ceria menyenangkan hati Bukan masalah pagi belajar atau mengajar Tetapi awal kebaikan dimulai kembali pada saat pagi hari Pagi yang bahagia, Membawa kebaikan yang membahagiakan  Citeureup, 27 September 2017 sumber gambar : www.google.com

Pemeran Utama k e c e w a

Pemeran Utama kecewa Oleh : Ambar Haerani Bagaimana bisa aku masih berharap dengan kisah yang telah kau rusak dengan cerita yang sudah tak layak dengan seseorang yang membuatku berhenti berharap sebelumnya memang kamu  adalah harapan kamu adalah alasan dari semua kenangan alasan ku memiliki candu sebuah candu merindu  namun seketika kisahku rusak dengan perasaan heran bertanya mengapa dan seketika tulisanku menjadi jelek tak layak karena cerita yang hanya berisi kecewa tak ada lagi bahagia kecewa membuatku menyesal telah menyimpan harap dengan asal bagaimana bisa aku berharap kepada seseorang yang tidak pernah merasa memberi harap kamu memang memiliki bagian dalam ceritaku tapi kali ini kamu bukan lagi pemeran utama bermsamaku kamu hanyalah sepenggal cerita yang membangkitkanku membangkitkan lebih baik lagi pribadiku berbahagialah kamu dengan cerita-ceritamu buatlah bahagia pula para pembacamu misal, dengan akhir...

Inilah Ketika Ibu Ambar Mengajar " a i u e o " #cerita ambar2

                  Benar adanya, bahwa kemampuan seseorang tidak bisa dipukul rata sama. Karena kenyataan yang kuhadapi, setiap orang memiliki keunggulan dan kekurangannya masing- masing. Seseorang dapat belajar dan memahami sebuah pelajaran dengan cara yang berbeda- beda atau dengan waktu yang berbeda juga, dapat memahami dengan cepat atau lambat, atau malah lambat sekali. Tetapi dibalik itu semua haruslah ada kesungguhan yang mengiringi.    Tidakkah akan menurun jika pemahaman yang cepat tidak dibarengi dengan kesungguhan ? mungkin dalam pembelajaran dia akan mengalami sedikit perlambatan sehingga bisa saja dirinya tersusul oleh seseorang yang pemahamannya lambat namun memiliki kesungguhan belajar yang luar biasa. Tetapi berbeda lagi dengan seseorang yang pemahamannya lambat dan tidak memiliki kesungguhan untuk belajar atau kesungguhan untuk menjadi lebih baik, karena pastilah dirinya akan tertinggal jauh di belakang....

Inikah Nasib Seorang Muslimah ? #2 (Pakai jilbab maupun tidak sama-sama gerah)

Dengan jilbab mengeluh, tidak dengan jilbab pun mengeluh, namun dengan jilbab kita penuhi satu ketaatan, tanpa jilbab satu kewajiban ditinggalkan padahal azab Allah jelas di depan .          Aku memang semenjak kecil dipakaikan jilbab oleh kedua orangtua ku, bahkan semenjak kecil pula aku sangat malu ketika teman laki- laki maupun perempuan melihat aku tanpa jilbab, tapi aku rasa itu bukan karena pemenuhan kewajibanku sebagai muslimah melainkan karena aku sebelumnya tak pernah telihat tidak memakai jilbab di depan mereka. Selama itu aku memang mengeluh gerah ketika selesai pelajaran olahraga, begitupun dengan temanku, selama itu pula aku mengeluh kepanasan disaat matahari sangat terik, dan begitupun yang temanku rasakan, kita sama- sama gerah dan kepanasan, tapi bedanya aku memakai jilbab. ternyata inilah yang dinamakan kebiasaan sejak dini, mungkin saat itu aku tak mengerti mengapa aku mengenakan jilbab, ya mungkin karena ibuku  pun mengenak...

Pengalaman Pertama Dipanggil " Ibu Ambar" #cerita ambar1

Memulai suatu hal yang baru itu memang sulit yaaa, hm tapi suatu niat baik tidak boleh ditunda- tunda, sayang kan pahala nya kalau ditunda- tunda. ibaratkan hari ini harusnya udah dapet 1 poin tapi karena menunda jadi gagal mendapat 1 poin hehe. Setelah selesai nya Ujian Akhir Semester 4 kemarin di bulan juni tepatnya yaaa H- seminggu mau lebaran lah yaaa, liburan ku panjang loh, panjang banget, sampe- sampe kepikiran buat ngelakuin sesuatu hal yang baru, mau mencoba cari pengalaman, mengasah diri sendiri hehe. Sedikit cerita, memang dari tahun lalu itu aku sudah punya agenda liburan untuk tahun ini, kalau tidak diisi dengan les bahasa inggris, aku berniat untuk kursus menjahit. gatau kenapa aku begitu tertarik sih dengan menjahit, rasanya mau bikin baju, jilbab, rok dan yang lainnya sendiri tapi untuk di produksi juga ujungnya hehehe. setelah cari- cari tempat kursus yang gak terlalu jauh dari rumah, nemu sih tempatnya tapi ternyata biaya nya gak murah juga, jadi yaaa harus di fiki...

Cerita lama tetulis karena kepepet tugas / "Perjalanan Menggapai Bintang"

Perjalanan Menggapai Bintang “mbar, siang ini ada acara gak ?” Dita memanggilku dan bertanya mengenai kegiatanku siang ini. “engga ta, kenapa emang ?” aku menjawab dengan santai. “Belajar bareng yuk” jawab dita lagi. Siang itu adalah 1 bulan menuju Ujian Nasional, aku dan Dita adalah 2 orang siswi SMA Negeri 1 Citeureup tingkat akhir alias kelas 9 atau 3 SMA. Sudah sekian lama kami menekuni belajar untuk persiapan kami menghadapi Ujian Nasional nanti, namun masih banyak sekali materi yang belum kami kuasai. Di sekolah kami mengambil jurusan IPA dimana ada 3 mata pelajaran jurusan yaitu Biologi, Fisika, dan Kimia, Jujur diantara 3 mata pelajaran tersebut aku sangat belum menguasai materi UN terutama materi- materi tingkat akhir yang sulit sekali sih menurutku hehe. Semenjak beberapa bulan yang lalu, aku dan Dita memutuskan untuk lebih sering belajar bersama-sama. “Ta, gimana seandainya kalau lu gak lolos SNMPTN ?” tanyaku pada Dita “Kayaknya sih gua mau coba SBMPTN mbar, kalau mi...

Inikah Nasib Seorang Muslimah ? #1 (Jangan takut dengan jilbabmu)

Bagaimana bisa seseorang berintelektual tinggi bisa begitu labil dalam mengambil keputusan ketika dirinya harus memenuhi kewajiban sebagai muslim?. bagaimana bisa disaat dia berjuang dengan khimar panjangnya tetapi semua tidak bertahan lama dan ia kembali dengan jilbab tipis pendeknya? ___________________________  saat itu adalah hari senin, dimana hari itu adalah hari pertama selepas libur panjang semester 2. Dia adalah wanita pintar, humoris, friendly dan sangat banyak disukai orang - orang sekitarnya. entah itu adalah teman laki- laki maupun perempuan, para guru, penjaga sekolah, staff  TU atau bahkah orang tua dari temannya sendiri. kebanyakan mereka menyukainnya karena sifat menyenangkan yang dimilikinya, ya mungkin bisa dikatakan wanita hampir sempurna. pada hari itulah seluruh mata dalam kelasku menuju pada dirinya, dengan setelan cantik dan elegan menurutku, bahkan ketika pertama aku melihatnya langsunglah terbesit dalam hatiku "cantik, ko dia bisa ya begitu" s...

Mari Bertemu Dalam Do'a

Aku hanya suka bertemu dari  _____ kejauhan _____   Tidak begitu senang ketika bertemu dari  _____ kedekatan _____ Aku lebih suka bertemu kamu dalam  _____ Do'a _____ Dibanding harus bersua dan bertatap mata Teruntuk siapapun,.... Aku tidak menanti melainkan meminta tulus dari  hati .... Biarkan Dia yang hadirkan,....  Hingga waktu nya halal untuk dijalankan ....

EGOISME SEORANG HAMBA

Assalamualaikum wr.wb. hai teman-teman setia bloggers :) ngomong- ngomong admin sudah lama sekali tidak menulis puisi sehingga sdikit rindu hehe. memang sih ada sedikit keresahan dalam hati sampai jadilah puisi dibawah ini, pastilah masih banyak banget yang harus dibenerin, setelah puisinya dibaca dengan seksama tolong sekali kritik dan sarannya ya teman :* EGOISME SEORANG HAMBA Oleh : Ambar Haerani  kala malam tak lagi sama  sama seperti disaat kita bersama terhenti fikirku tentang kamu tengtang kamu dan semua kenangan yang tlah semu. aku tak pernah berfikir untuk memikirkanmu apalagi bertindak untuk merindukanmu aku hanya ingin melupakannya ia yang kuusahakan bisa terwujud yaitu kita bulan yang hadir di gelap ini bintang yang bersamanya menemani entah aku berfikir untuk menulis ini tapi bukan, bukan aku sedang merindukan ini kecewa saat itu,kini sudah tidak apa- apa sedih saat itu,kini sudah tidak apa-apa sakit yang kurasa saat itu, kini suda...