Orangtuaku
adalah salah satu alasan paling utama dari sekian banyak prioritasku dalam
menjalani hidup ini. Tanggal 17 februari kemarin aku selesai tuliskan 100
mimpiku pada 2 halaman kertas, siapa yang sangka aku bisa menuliskan 100 mimpi
tersebut didalam 2 halaman kertas. Tapi, benar saja aku menuliskan itu semua,
mengapa bisa? Harus kalian tahu bahwa aku tuliskan mimpi mimpiku spesial
kurangkai demi kebahagiaan kedua orangtuaku. Mungkin bila kuberitahu semua
mimpi ini pasti kalian tak akan percaya bahwa aku bisa melakukannya, tapi
inilah mimpiku, aku yakin aku bisa! Toh semua tidak ada yang mustahil kan ?
yang penting kita mau mengusahakannya, dan aku adalah salah satu orang yang mau
berusaha meraih mimpi-mimpiku.
Aku
adalah salah satu dari sekian banyak wanita yang masih hidup sampai saat ini,
aku adalah salah satu orang yang masih diberikan kesempatan untuk beraktivitas
sampai detik ini. Namaku Ambar haerani aku adalah salah satu wanita yang
terlahir dengan fisik sempurna, dengan penglihatanku yang masih normal, dapat
berjalan, dan tanganku masih bisa kugunakan sampai saat ini J
aku adalah salah satu orang yang tak pandai bersyukur namun ingin selalu
bersyukur terkadang kulewatkan hari-hariku dengan kelalaian tanpa manfaat,
sedih sih,
tapi inilah aku yang terus menelusuri perjalanan sambil memupuk sedikit demi
sedikit kebaikan yang kuciptakan sendiri dalam diriku.
Aku
hidup bersama keluarga sederhana yang manis, namun terkadang terasa pahit,
hehe. hidup kami tak seperti yang mereka bilang, enak, mewah, ? Kami memang
bahagia namun hidup kami begitu sederhana, dengan kepala keluarga yang mendidik
kami dengan penuh kesederhanaan “silahkan bila perlu dan mampu, namun tak usah
memaksa bila memang tak butuh apalagi tak mampu”. Seperti itulah yang beliau
ajarkan kepada aku dan 4 saudaraku yang lain. Hidup tidak terus bahagia kan?
Itupun terjadi pada hidupku, aku selalu merasa sedih bila harus mendengar
orangtuaku marah, mungkin ini memang hal biasa namun semakin dewasa, hal itu
malah semakin menyakitkan. Akupun tak pernah tega melihat saudaraku terkena
omelan orangtuaku, mungkin inipun hal biasa, toh aku dan diapun sering sekali
bertengkar, tapi benar ingin sekali menangis dan ini terasa menyakitkan di dada
bila melihat dan mendengarnya.
Inilah
hidupku, sedikit kuperkenalkan kisahku, aku hanyalah orang biasa yang begitu
ingin membahagiakan kedua orangtuaku. Aku bukanlah orang yang pintar di
sekolah, aku juga bukan orang yang berbakat dalam satu hal bidang tertentu.
Tapi aku hanyalah salah satu orang yang terobsesi untuk menjadi seseorang yang
bermanfaat bagi banyak orang, orang yang begitu menginginkan keluarganya
tertawa, tersenyum, dan menangis terharu karena mereka memiliki seseorang yang
begitu membanggakan. Ya inilah aku dengan 100 mimpiku, dengan banyaknya kekuranganku.
Komentar
Posting Komentar