Maha Pemilik Hati
Kasih tercinta ya Rabbi
Engkau Maha Pemilik hati
Pemberi nafas disetiap hari
Aku berserah diri padamu Rabbi
Engkau Maha Pemilik hati
Pemberi nafas disetiap hari
Aku berserah diri padamu Rabbi
Yang terjadi hari ini maupun esok
Pasti Kau berikan yang terbaik
Walau hati ini terbolak balik
Itu karena Engkau Sang Pemilik
Pasti Kau berikan yang terbaik
Walau hati ini terbolak balik
Itu karena Engkau Sang Pemilik
Sakit, gelisah, sedih sampai patah
Engkau punya alih
Gembira atau sedih
Kau beriku untuk memilih
Engkau punya alih
Gembira atau sedih
Kau beriku untuk memilih
ketika bahagia seringkali kita lupa sebenarnya siapa pemberi bahagia tersebut. seringkali kita lupa kepada sang pemilik hati, kita begitu terlena untuk menikmatinya sehingga lupa bahwa hati ini hanya punya sang pemilik yaitu Allah swt, yang bisa saja nanti OlehNya dicabut nikmat bahagia yang kita rasakan lalu segera digantikan oleh hati yang rapuh, bersedih, dan merasakan sakit yang teramat dalam.
kita sering merasa menjadi seseorang yang paling bahagia disaat orang yang begitu kita sayangi, yang kita cintai berada bersama kita, hingga kita lalai dengan kewajiban kita sebagai hamba, padahal kita mengetahui bahwa orang yang kita cintaipun bukan milik kita sesungguhnya, tetapi milik Allah swt. yang bisa saja OlehNya dibuat jungkir balik, dihilangkannya orang yang kita sayang, dijauhkannya orang yang kita cinta, karena sesungguhnya Allah lah yang mempunyai kehendak atas semuanya. Mengapa ? padahal yang kita tahu bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik bagi hambanya, namun siapa yang tidak cemburu melihat seseorang yang begitu kita cintai berpaling kepada orang lain? setiap orangpun akan merasa sedih bila itu sampai terjadi pada dirinya, begitupun Allah yang sangat pencemburu dibanding siapapun, Dia cemburu bila harus melihat hambanya, yang sangat disayangi berpaling kepada selainNya. Dia lah pemberi banyak rezeki, pemberi semua hal terbaik untuk hambanya, Dialah pemberi nikmat yang amat nikmat yang selama ini kita punya, yang selama ini kita rasakan. namun apa balasan dari setiap hambaNya ? patutkah kita mengkhianati seseorang yang begitu baik dari segala apapun? patutkah kita berharap bahagia dari orang lain ? sedangkan semua milikNya? milikAllah swt.
haruskah kita begitu menyakiti seseorang yang sudah memberikan kita apapun ? bagaimana bisa kita begitu sering melupakan seseorang yang sering membantu kita disaat kita mendapat begitu banyak kesulitan ? Hanya Allah pemilik sebenarnya.
disaat sedih menerpa kita, barulah kita kembali padaNya, kembali bersujud sambil menangis didepanNya, sampai malah seringkali hal tersebut diawali dengan prasangka buruk kita terhadapNya. haruskah kita melakukannya ? takpernah kah kita berfikir bahwa disaat itu Allah sedang sangat cemburu terhadap kita karena telah lama sekali kamu memalingkan dirimu dariNya hingga sampai saatNya Allah begitu merindukan kamu, dan ingin kamu kembali mengingatNya. apapunitu, hati sedihmaupun gembira semua adalah kehendak sang pemiliki hati, bisakah kita memilih ? bisa saja, namun semua kembali kepada kehendak sang pemilik karena apapun itu, pastilah Allah akan memberikan yang sangat terbaik bagi hambaNya
wallahualambishawab :)
ditulis di,
citeureup 07 september 2016
oleh,
ambar haerani.
Komentar
Posting Komentar