Langsung ke konten utama

One of My Greatest Dream



One of My Greatest Dream


Semakin sering aku diolok teman- temanku karena barisan panjang mimpi – mimpi yang kutulis tidak ada habisnya. Setiap kali terwujudnya satu mimpiku, lalu kutulis lagi mimpiku yang baru. “nulis mimpi lagi?” “kali ini mimpi apa yang sudah kamu wujudkan?” “hei lihat, ternyata yang kali ini dia coret adalah membeli tas baru, hahaha” mereka bertiga menertawaiku atas mimpi yang baru saja kucoret  yaitu membeli tas baru. Semenjak aku menginjak kelas 1 SMP aku belum bisa mengganti tas ku yang sudah lusuh dan hampir tidak layak pakai, ini dikarenakan kedua orang tuaku yang hanya berjualan gorengan di sekeliling kampung dan ditambah aku memiliki 2 orang adik yang juga sedang bersekolah di jenjang sekolah dasar, sehingga uang yang kami miliki memang harus dibagi dan ditabung untuk keperluan- keperluan yang sangat mendesak di masa depan kelak. Semenjak SD aku memang sudah diajarkan untuk membantu orang tuaku mencari uang dan menabung,  sampai pada akhirnya aku dapat mewujudkan salah satu mimpiku yaitu membeli tas baru.

Namaku adalah Lucky Darmawan, aku biasa dipanggil dengan panggilan lucky. Kedua orangtua ku yang memberi nama tersebut dengan harapan bahwa aku akan senantiasa dikelilingi dengan keberuntungan- keberuntungan dalam hidupku. Semenjak kecil aku biasa menulis apapun yang aku mau, apapun yang aku cita- citakan dan apapun yang selalu aku impikan. Memiliki banyak mimpi dan harapan membuat aku semakin kuat, karena mimpi yang tidak mungkin hanya dikhayalan belaka namun mimpi yang harus senantiasa diwujudkan. Sehingga dengan mimpi- mimpi ku, aku dibuat menjadi seorang yang pekerja keras walau pekerja keras dalam meraih mimpi- mimpi yang kutulis banyak berjejer dilembaran kertas putih yang selalu kubawa kemana-mana. Saat ini aku berumur 14 tahun, tepatnya aku duduk di kelas 2 SMP di salah satu SMP Negeri yang tidak jauh dari rumah yang aku tinggali. Aku salah satu siswa aktif di sekolah, aku termasuk anggota dari ekstrakulikuler kerohanian islam di sekolah dan menjadi ketua divisi kerohanian di organisasi intra sekolah atau yang biasa dikenal dengan sebutan OSIS. 

Menjadi salah satu kekasih Tuhan ku adalah impian yang selama ini aku rancang dengan sangat baik sehingga pada akhirnya aku berharap, aku dapat mencapainya. Aku sangat menginginkan dapat berkasih lebih banyak padaNya. Aku bercita- cita menjadi seorang Hafidz atau dengan bahasa lain adalah penghafal Al-Quran. Dengan Al-Quran aku meyakini bahwa Allah akan terus bersamaku disaat susah maupun senang. Dengan Al-Quran aku dapat menolong orang tuaku kelak di akhirat maka aku meniatkan diri dan hatiku untuk menghafal ayat- ayat Tuhanku yaitu Al-Quran. Sampai saat ini aku masih terus berusaha dalam menghafal Al-Quran, sejauh ini 2 juz saja yang baru aku kuasai yaitu juz 29 dan 30 insyaAllah. Selain menjadi Hafidz salah satu mimpi besarku adalah dapat menghampiri rumah Allah swt. Uangku memang tidak banyak untuk mewujudkan mimpi ku yang satu  ini, tetapi aku tahu Allah mmemiliki jalan lain untuk membantuku meraihnya. Kalian jangan salah, walau aku tidak bermodalkan uang untuk bisa kesana tetapi aku sudah sering sekali mempersiapkan diriku untuk bisa umroh jangankan mencari tahu mengenai umroh murah, tapi berbagai tips umroh pun sudah kubaca. Karena aku yakin bahwa pasti, semua bisa umroh tergantung niat yang tertanam dalam hati kita.

Suatu hari, dihari senin sore aku biasa mengikuti kajian di mushola sekolah bersama teman- teman dan pembina ekskulku. Biasanya aku menyetor hafalanku disaat hari kajian tiba, maka hari ini adalah hari dimana aku harus menyetor hafalan bacaanku. Hari itu aku membacakan QS. AL-Mulk juz 29 yang kebetulan surat tersebut adalah surat terakkhir di juz 29, maka bila hari ini aku lancar dalam membacakannya, aku bisa terus menghafal ke juz selanjutnya yaitu juz 28. “lucky..” panggil ustad syam sambil menengok kearah ku. “iya ustad” sahutku sambil berjalan kearahnya lalu duduk dihadapannya. “aayo setor” balas ustad syam “siap ustad” jawab ku meyakinkan. “sodaqallahuladzim...” ku akhiri hafalan ku hari ini. “allhamdulillah lancar, siap ke juz 28 nih” kata ustad syam sambil meledek. “insyaallah ustad” balas ku sambil tersenyum malu.

Sebelum kajian hari ini berakkhir, ustad syam memulai pembicaraan baru yaitu, ustad syam memberi tahu kepada para murid bahwa akan diadakannya event lomba hafal Al-Quran juz 29 dan 30 yang dimana perlombaan ini akan diikuti oleh siswa SMP Se-Provinsi yang berhadiah pergi untuk ibadah umroh ke tanah suci mekah arab saudi dan uang sebesar Rp. 10.000.000. ustad syam sebagai pembina ingin sekali melihat murid – murid nya untuk ikut serta dalam lomba tersebut. Dengan hati yakin, lucky langsung tanamkan niat dan tekad untuk ikut serta dalam lomba tersebut. karena dengan lomba ini bukan lagi dirinya mendapat umroh murah tetapi dirinya dapat umroh secara gratis. Lucky pun bukan lagi harus mencari travel umroh yang murah untuk dirinya bisa beribadah ke mekah, tetapi dirinya dapat pergi tanpa harus mengkhawatirkan berapa biaya yang harus dikeluarkan.

Salah satu mimpi terbesarnya dapat lebih dekat dengan Allah, dapat menghampiri dengan dekat rumah Allah. Bahkan bila dirinya berhasilpun, lucky dapat mewujudkan tidak hanya 1 mimpinya saja melainkan 3 mimpinya sekaligus antaranya adalah, menjadi yang terbaik di salah satu event lomba, pergi umroh, serta membahagiakan kedua orangtua nya. Denga hati yakin dan senang, lucky mulai berusaha melancarkan bacaannya dan memperindah bacaannya. Tidak hanya berlatih tetapi lucky terus meminta doa terhadap orangtuanya, dan dirinya tak luput untuk selalu berdoa kepada Allah swt untuk dipermudah dalam menuju jalannya lomba yang akan diadakan.

Hari berganti hari lucky semakin matang untuk mengikuti lomba esok hari, namun seketika 1 hari sebelum perlombaan ibu lucky meninggal dunia. Akhir – akhir ini ibu lucky memang sedang menderita penyakit yang serius, namun dalam pengobatannya tidak terlalu terbantu. Di hari itu lucky sangatlah terpukul karena sebentar lagi dirinya berharap ibunya akan terlihat senang karenanya. Fikiran lucky terbagi yang tadinya fokus untuk lomba esok hari namun hari ini dirinya sangat sedih karena dia belum sempat membahagiakan ibu yang sangat dia cintai. Di hari itu lucky terdiam dengan isak tangis di kamarnya. Bapak nya pun tak tega sehingga beliau mmencoba menguatkan anaknya. “ky, yang kuat ya.. sudah, biarkan ibumu tenang disana. Berikan yang terbaik untuk besok, bacaan yang indah untuk ibumu besok, bapak yakin ibu sudah sangat bangga memiliki anak seperti lucky”.

Waktunya telah tiba, lucky kembali semangat dan sangat ingin mempersembahkan bacaan yang ia bacakan untuk ibunya. Hari itu lucky mendapatkan nomor urut 1, lucky mendapat kesempatan untuk membacakan QS. Al- Mulk. Para juri, audience, bapak dan adik- adiknya sangat terharu mendengar bacaan lucky yang begitu indah. Dengan penuh kasih sayang dan kehangatan ia lantunkan bacaan yang ia sampaikan kepada ibunya tercinta. Mata berkaca dan tetesan air mata yang sedikit demi sedikit jatuh dari mata yang mendengarnya. Subhanallah saat itupun lucky menjadi sang juara penghafal Al- Quran juz 29 dan 30 Se- Provinsi. Allah kabulkan mimpinya yang ia sampaikan untuk kebahagiaan dan kebanggaan ibunya. Allah wujudkan keinginannya untuk lebih dekat kepadaNya. Allah tak pernah ingkar kepada orang – orang yang ingin dan selalu bekerja keras, dan hanya memohon doa kepadaNya.

Dengan perasaan haru, dalam persiapan umroh lucky siapkan untuk beribadah dan berdoa untuk ibunya. Lucky siapkan perlengkapan umroh yang akan dibawanya. Lucky berharap bahwa Allah akan mendengar setiap doa- doa yang ia panjatkan terkhusus untuk ibunya yang baru saja meninggal dunia. Lucky pun akan berdoa untuk selalu diistiqomahkan dalam menggapai mimpi- mimpi yang selama ini ia rancang dan tulis semata – mata demi kebahagiaan keluarganya.

Komentar

  1. mantaaaap bar, memotivasi bangeeeet

    BalasHapus
  2. Luar biasa teh,, jadi termotivasi

    BalasHapus
  3. Memotivasi banget tulisannya mba😊 di tunggu artikel selanjutnyaa

    BalasHapus
  4. wowwwwww. keren mbar memotivasi syekali kawan hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Pengalaman pertama dipanggil "ibu ambar" #cerita ambar1

Puisi; Seperti Mimpi Buruk

Seperti Mimpi Buruk oleh : Ambar Haerani seperti mimpi buruk degup jantung tidak seirama nafas tidak sakit tetapi sedikit sesak tidur kali ini membuatku haus alarm tidak menyala dan berdering tapi kurasa setiap menit dia membangunkan tetap pada posisi berbaring dan lagi kucoba pejamkan seperti mimpi buruk dan benar aku taklagi pejamkan mata tapi nyatanya bukan mimpi buruk degupan jantung yang kencang karena satu tanda hening sepi... gelap, remang dengan cahaya bulan sesekali sahutan ayam berbunyi saat itu hanya aku yang terbangun seperti mimpi buruk namun hilang seketika, karena itu bukan mimpi buruk dia hadir bersama heningnya malam sampaikan rindu yang tlah lama terpendam hai kamu, apa kabar .. ternyata berbicara jarak tak selalu menyedihkan hai kamu, apa kabar .. ternyata jarak malah membuat rindu dan ingin slalu bersama selamat sore teman teman blogers, baru posting lagi nih diaw...

Gagal Hal Biasa, Mencoba tidak Semua Bisa, ketika Berhasil itulah yang Luar Biasa

     Banyak diantara kita yang merasa takut gagal sebelum mencoba sesuatu hal diluar kebiasaan yang biasa dilakukan. Takut mencoba sesuatu hal yang baru, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Padahal sesuatu yang baik mengapa tidak untuk dicoba dilakukan walaupun sebenarnya kita tidak memiliki keahlian didalamnya. Perilaku yang baik biasanya tertanam dari niat yang baik, kegiatan positif akan timbul ketika hati dan fikiran menuju kepada hal yang positif, dan keberhasilan berawal dari niat baik, hati serta fikiran positif yang mengarahkan raga menuju kegiatan yang positif.             Suatu keahlian tidak selalu harus menempuh jenjang sekolah , sehingga banyak orang memiliki keahlian yang baik namun bukan dikarenakan dirinya pernah sekolah dalam bidang keahliannya, melainkan dirinya mengawali hal tersebut dari mencoba dan mulai menekuninya. Walaupun memang, sering di kehidupan kita keahlian dapat diakui bila kita telah mendapatkan se...

Inilah Ketika Ibu Ambar Mengajar " a i u e o " #cerita ambar2

                  Benar adanya, bahwa kemampuan seseorang tidak bisa dipukul rata sama. Karena kenyataan yang kuhadapi, setiap orang memiliki keunggulan dan kekurangannya masing- masing. Seseorang dapat belajar dan memahami sebuah pelajaran dengan cara yang berbeda- beda atau dengan waktu yang berbeda juga, dapat memahami dengan cepat atau lambat, atau malah lambat sekali. Tetapi dibalik itu semua haruslah ada kesungguhan yang mengiringi.    Tidakkah akan menurun jika pemahaman yang cepat tidak dibarengi dengan kesungguhan ? mungkin dalam pembelajaran dia akan mengalami sedikit perlambatan sehingga bisa saja dirinya tersusul oleh seseorang yang pemahamannya lambat namun memiliki kesungguhan belajar yang luar biasa. Tetapi berbeda lagi dengan seseorang yang pemahamannya lambat dan tidak memiliki kesungguhan untuk belajar atau kesungguhan untuk menjadi lebih baik, karena pastilah dirinya akan tertinggal jauh di belakang....