Langsung ke konten utama

Inikah Nasib Seorang Muslimah ? #1 (Jangan takut dengan jilbabmu)

Bagaimana bisa seseorang berintelektual tinggi bisa begitu labil dalam mengambil keputusan ketika dirinya harus memenuhi kewajiban sebagai muslim?. bagaimana bisa disaat dia berjuang dengan khimar panjangnya tetapi semua tidak bertahan lama dan ia kembali dengan jilbab tipis pendeknya?
___________________________ 

saat itu adalah hari senin, dimana hari itu adalah hari pertama selepas libur panjang semester 2. Dia adalah wanita pintar, humoris, friendly dan sangat banyak disukai orang - orang sekitarnya. entah itu adalah teman laki- laki maupun perempuan, para guru, penjaga sekolah, staff  TU atau bahkah orang tua dari temannya sendiri. kebanyakan mereka menyukainnya karena sifat menyenangkan yang dimilikinya, ya mungkin bisa dikatakan wanita hampir sempurna. pada hari itulah seluruh mata dalam kelasku menuju pada dirinya, dengan setelan cantik dan elegan menurutku, bahkan ketika pertama aku melihatnya langsunglah terbesit dalam hatiku "cantik, ko dia bisa ya begitu" seragam putih serta rok abu- abu yang lebih panjang dari biasanya, jilbab yang tebal dan sangat panjang hingga depannya menutupi paha atas  dan belakangnya menutupi hingga bokong, disertakan pula manset panjang berwarna hitam. orang- orang disekelilingnya mungkin heran, namun aku begitu bersyukur mendapati teman yang mengalami perubahan begitu pesat, semua dipersiapkannya hingga jadilah ia yang sekarang, bukan hijrah dengan pelan- pelan namun ia lakukan  dengan tidak tanggung- tanggung. namun itu semua aku perhatikan dan tidak berlangsung lama, dirinya berubah menjadi dia  yang dulu. 
____________________________

saat ini, menjadi seseorang yang berada dalam kebenaran malah seringkali dipandang aneh. begitupun ketika kita memutuskan menjalankan salah satu syariat Allah swt. yaitu menutup seluruh aurat dengan benar. aurat seorang wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali adalah muka dan telapak tangannya. dan juga tidak hanya ditutup dengan sembarang kain, sebab tidak diperbolehkan seperti memakai baju namun terlihat telanjang. dengan baju yang agak longgar menutupi bagian- bagian yang akan mengundang hawa nafsu itulah pakaian sesuai syariat, atau yang sering kita sebut sebagai pakaian syar'i. 
bukan hanya pandangan aneh, ketika dikatain norak, kayak orang jaman dulu dan olok- olok lainnya seperti "mau pergi ke pengajian" "kaya ibu- ibu" "sok alim" "sok bener" "jilbab panjang tapi kelakuan gak keliatan shaleh" dan masih banyak lagi. bisik - bisik olokan tersebut yang sering membuat diri kita ragu dengan hijrah yang sedang dijalankan, terkadang gaya- gaya modern dan trendy yang membuat diri ini goyah ingin berlagak seperti mereka yang nge- hits dengan gaya pakaian nya. olokan yang diutarakan oleh teman sendirilah yang begitu menyedihkan, ketika yang bernama teman seharusnya mendukung apa yang kita lakukan, apalagi itu dalam hal kebaikan, tetapi malah, mereka enggan bersama kita, mereka malu jalan bareng kita, malah mereka semakin jauh dari kita. 
_____________________________
"Assalamualaikum bu haji..."
"yaelah, mau kemana si lu ? kaya mau ke pengajian aja pake begituan"
"gaada baju laen apa lu ?"
"sok alim lu ah !" kaya udah bener aja lu!"
"panjang bener kerudung lu ? udah kaya hordeng"
"gua bingung, ko dia segitu nya amat sih pake jilbab, bisa istiqomah gak nanti ?"
"kalau kata gua yaaa, mending pake jilbab yang biasa- biasa aja, emang pantes ya di sekolah pake jilbab panjang bgt kaya gitu ?"

daaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnn masih banyak lagi!!!

please deh! sampai kapan ngolokin orang yang mencoba menjadi baik ? masih mending lho dia yang mau mencoba menjadi baik, kalau kamu ? kapan mau jadi yang lebih baik ? nanti ? kapan ? ko PD banget kaya umur nya sampe besok aja? masih mending besok. 
jadi tolong untuk kamu- kamu yang masih suka ngolokin, ngomongin teman kamu yang lagi berproses hijrah, dia cuma mau taat ko. dan taat itu gak gampang, kalau kamu sebagai teman saja tidak mendukung, bagaiman dia bisa bertahan ?
_____________________________
seseorang yang berintelektual tinggi pun akan goyah ketika lingkungan nya tidak mendukung proses hijrahnya. hidayah memang datang atas izin sang maha kuasa, namun tanpa ikhtiar penjemputan, hidayah taakan datang menghampiri. kepintaran seseorang dalam menyerap ilmu tidak menjamin keimanannya, padahal logikanya seseorang yang berpengetahuan baik tidak mungkin mengambil keputusan yang asal- asalan, melainkan keputusan tersebut akan dia pikirkan matang- matang, sehingga begitupun dengan pengetahuan mengenai kewajiban dirinya dalam menutup aurat. seharusnya dia dapat kuat dengan dalil pengetahuan yang sudah dia dapatkan namun ternyata kepercayaan yang belum kokoh meruntuhkan dirinya perlahan- lahan. iman memang tidak bisa dibeli, iman kuat jika kita sendiri yang memperkuat, bukan otak tapi hati, dimana yang intinya adalah semua berada dalam diri kita sendiri. jangan salahkan jilbab ketika teman kita  malah menjauhi. jangan salahkan jilbab ketika laki- laki tidak berani mendekati. dan jangan salahkan jilbab ketika yang biasa kita dapatkan dengan mudah malah menjadi lebih sulit untuk didapatkan. Allah swt. sampaikan kepada kita bahwa "yang baik menurut kita belum tentu baik dimata-Nya dan begitupun sebaliknya". ketika kita percaya bahwa Allah- lah pemberi atas segalanya, kebaikan maupun keburukan, ketika sesuatu hilang, insyaallah segera digantikan dengan yang lebih baik. Allah selalu memiliki hikmah luar biasa dibalik segala hal yang terjadi, begitupun dengan berbagai ujian dalam proses hijrahmu, bukan nasib tetapi itulah ujian demi naiknya kelas, demi lebih kuatnya hati kita, demi kecintaan Allah terhadap kita. so, no scared with your hijab! ketika kamu memperjuangkan sesuatu karena Allah, percayalah bahwa Allah pun akan selalu memperjuangkanmu.
percaya, taat, kuat, istiqomah. insyaallah :)
_____________________________
wallahua'lam bishowab. #KeepIstiqomahWithYourHijab

Komentar

Pengalaman pertama dipanggil "ibu ambar" #cerita ambar1

Puisi; Seperti Mimpi Buruk

Seperti Mimpi Buruk oleh : Ambar Haerani seperti mimpi buruk degup jantung tidak seirama nafas tidak sakit tetapi sedikit sesak tidur kali ini membuatku haus alarm tidak menyala dan berdering tapi kurasa setiap menit dia membangunkan tetap pada posisi berbaring dan lagi kucoba pejamkan seperti mimpi buruk dan benar aku taklagi pejamkan mata tapi nyatanya bukan mimpi buruk degupan jantung yang kencang karena satu tanda hening sepi... gelap, remang dengan cahaya bulan sesekali sahutan ayam berbunyi saat itu hanya aku yang terbangun seperti mimpi buruk namun hilang seketika, karena itu bukan mimpi buruk dia hadir bersama heningnya malam sampaikan rindu yang tlah lama terpendam hai kamu, apa kabar .. ternyata berbicara jarak tak selalu menyedihkan hai kamu, apa kabar .. ternyata jarak malah membuat rindu dan ingin slalu bersama selamat sore teman teman blogers, baru posting lagi nih diaw...

Gagal Hal Biasa, Mencoba tidak Semua Bisa, ketika Berhasil itulah yang Luar Biasa

     Banyak diantara kita yang merasa takut gagal sebelum mencoba sesuatu hal diluar kebiasaan yang biasa dilakukan. Takut mencoba sesuatu hal yang baru, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Padahal sesuatu yang baik mengapa tidak untuk dicoba dilakukan walaupun sebenarnya kita tidak memiliki keahlian didalamnya. Perilaku yang baik biasanya tertanam dari niat yang baik, kegiatan positif akan timbul ketika hati dan fikiran menuju kepada hal yang positif, dan keberhasilan berawal dari niat baik, hati serta fikiran positif yang mengarahkan raga menuju kegiatan yang positif.             Suatu keahlian tidak selalu harus menempuh jenjang sekolah , sehingga banyak orang memiliki keahlian yang baik namun bukan dikarenakan dirinya pernah sekolah dalam bidang keahliannya, melainkan dirinya mengawali hal tersebut dari mencoba dan mulai menekuninya. Walaupun memang, sering di kehidupan kita keahlian dapat diakui bila kita telah mendapatkan se...

Inilah Ketika Ibu Ambar Mengajar " a i u e o " #cerita ambar2

                  Benar adanya, bahwa kemampuan seseorang tidak bisa dipukul rata sama. Karena kenyataan yang kuhadapi, setiap orang memiliki keunggulan dan kekurangannya masing- masing. Seseorang dapat belajar dan memahami sebuah pelajaran dengan cara yang berbeda- beda atau dengan waktu yang berbeda juga, dapat memahami dengan cepat atau lambat, atau malah lambat sekali. Tetapi dibalik itu semua haruslah ada kesungguhan yang mengiringi.    Tidakkah akan menurun jika pemahaman yang cepat tidak dibarengi dengan kesungguhan ? mungkin dalam pembelajaran dia akan mengalami sedikit perlambatan sehingga bisa saja dirinya tersusul oleh seseorang yang pemahamannya lambat namun memiliki kesungguhan belajar yang luar biasa. Tetapi berbeda lagi dengan seseorang yang pemahamannya lambat dan tidak memiliki kesungguhan untuk belajar atau kesungguhan untuk menjadi lebih baik, karena pastilah dirinya akan tertinggal jauh di belakang....