Langsung ke konten utama

Gagal Hal Biasa, Mencoba tidak Semua Bisa, ketika Berhasil itulah yang Luar Biasa

     Banyak diantara kita yang merasa takut gagal sebelum mencoba sesuatu hal diluar kebiasaan yang biasa dilakukan. Takut mencoba sesuatu hal yang baru, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Padahal sesuatu yang baik mengapa tidak untuk dicoba dilakukan walaupun sebenarnya kita tidak memiliki keahlian didalamnya. Perilaku yang baik biasanya tertanam dari niat yang baik, kegiatan positif akan timbul ketika hati dan fikiran menuju kepada hal yang positif, dan keberhasilan berawal dari niat baik, hati serta fikiran positif yang mengarahkan raga menuju kegiatan yang positif. 
     
     Suatu keahlian tidak selalu harus menempuh jenjang sekolah, sehingga banyak orang memiliki keahlian yang baik namun bukan dikarenakan dirinya pernah sekolah dalam bidang keahliannya, melainkan dirinya mengawali hal tersebut dari mencoba dan mulai menekuninya. Walaupun memang, sering di kehidupan kita keahlian dapat diakui bila kita telah mendapatkan selembar sertifikat atau ijazah, namun itu semua tidak menghalangi, karena ketika sudah berhasil pun banyak orang yang malah baru ingin memulai untuk sekolah dalam keahliannya tersebut dalam rangka memperkuat keahlian yang sudah dimilikinya. 

     Kita ketahui bersama, banyak orang yang mahir dalam berdagang, hal ini bukan berarti dirinya pernah sekolah dalam bidang pemasaran atau semacamnya melainkan dirinya berani mencoba membuka peluang uasahanya dengan modal yang tidak banyak, lalu dengan berjalannya waktu mereka yang mau mencoba pasti sedikit demi sedikit belajar masalah – masalah apa yang biasa ditemukan dalam dunia perdagangan sehingga seiring berjalannya waktu pula mereka yang awalnya hanya mencoba akan mulai mengembangkan usahanya tersebut. Dengan keberanian mencoba sesuatu hal di luar kebiasaan kita memang sulit, namun dengan mencoba ada sedikit banyak peluang kemungkinan berhasil. 

      Keberhasilan tidak melulu menghasilkan uang, namun proses menuju berhasil membawa kita pada akhir yang menghasilkan uang. Dalam belajar di sekolah pun tidak sedikit dari kita yang takut mencoba dalam berbagai hal, misal saja dalam mengerjakan salah satu soal. Sering diantara kita menganggap bahwa diri kita tidak bisa, padahal sebenarnya kita belum mencoba mengerjakan soal tersebut. Dengan mencobanya sedikit banyak kita mendapatkan peluang berhasil, walaupun pada akhirnya hasil yang didapatkan tidak 100% namun dengan mencoba kita bisa saja mendapat kemungkinan berhasil 1-99%. 

      Kegagalan adalah hal biasa yang dapat terjadi bagi mereka – mereka yang berani mencoba. Gagal memang sering membuat diri ini merasa bahwa sebenarnya kita tidak mampu dalam melakukannya, namun dengan gagal kita pasti dapat mengambil satu atau beberapa pelajaran untuk diri kita kedepannya. Dengan gagal kita dapat meminimalisir kegagalan berikutnya dan dapat memaksimalkan kemungkinan berhasil didepannya. Bukan hanya itu kemungkinan gagal bisa saja kita minimalisir dengan seringnya berbincang bersama orang- orang yang sudah berhasil sehingga masalah- masalah yang biasanya dirasakan oleh seorang pencoba akan terlewati, ataupun sudah terlanjur terjadi bisa segera mungkin untuk diselesaikan. 

     Bagi orang- orang yang berani mencoba kegagalan adalah hal biasa yang bisa saja terjadi kapan saja, namun keberanian dan kepercayaan pada dirinyalah yang membawa mereka pada keberhasilan. Kegagalan akan membuat seseorang semakin kuat dan semakin kuat, jadi sampai kapan kamu hanya memperhatikan dan menikmati buah dari mereka yang sudah berhasil ? sampai kapan terus berfikir dengan kegagalan ? ayo mulai mencoba demi hidup yang lebih baik. 
#GagalHalBiasaMencobaTidakSemuaBisaKetikaBerhasilItulahYangLuarBiasa 

Komentar

  1. Ma sha Alloh 😍 sangat inspiratif... ditunggu artikel selanjutnyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap ka, cek artikel pendidikan yang sangat bermanfaat di sini

      Hapus
  2. Jadi termotivasi nih, lanjutkan kakaa👍😉

    BalasHapus
  3. Waw abgus sekali blog,y aku jadi termaotivasi

    BalasHapus
  4. luar biasa kak artikelnya,sangat menginspirasi,, lanjutkan

    BalasHapus
  5. Mmmmm cie cie bagus blognya sangat mmm waw waw wa .hehehehih

    BalasHapus
  6. subhanallah sgt inspiratif kak:)

    BalasHapus
  7. Selamat ya kaka ambar :) semoga selalu bersyukur ({})

    BalasHapus
  8. Sip, jadi termotivasi 😊😊

    BalasHapus
  9. Terimakasih atas motivasi nya ambar ^_^

    BalasHapus
  10. Masyaallah
    sangat bermanfaat :) izin share ya :)

    BalasHapus
  11. Good post! Keep it up :)

    BalasHapus
  12. Wowwww. Jadi termotivasi aneut nih. Bermanfaat syekali horeee

    BalasHapus
  13. Subhanallah ukhti terimakasih infonya sangat bermanfaat, nextpost yah

    BalasHapus
  14. Subhanallah bermanfaat sekali

    BalasHapus

Posting Komentar

Pengalaman pertama dipanggil "ibu ambar" #cerita ambar1

Puisi; Seperti Mimpi Buruk

Seperti Mimpi Buruk oleh : Ambar Haerani seperti mimpi buruk degup jantung tidak seirama nafas tidak sakit tetapi sedikit sesak tidur kali ini membuatku haus alarm tidak menyala dan berdering tapi kurasa setiap menit dia membangunkan tetap pada posisi berbaring dan lagi kucoba pejamkan seperti mimpi buruk dan benar aku taklagi pejamkan mata tapi nyatanya bukan mimpi buruk degupan jantung yang kencang karena satu tanda hening sepi... gelap, remang dengan cahaya bulan sesekali sahutan ayam berbunyi saat itu hanya aku yang terbangun seperti mimpi buruk namun hilang seketika, karena itu bukan mimpi buruk dia hadir bersama heningnya malam sampaikan rindu yang tlah lama terpendam hai kamu, apa kabar .. ternyata berbicara jarak tak selalu menyedihkan hai kamu, apa kabar .. ternyata jarak malah membuat rindu dan ingin slalu bersama selamat sore teman teman blogers, baru posting lagi nih diaw...

Inilah Ketika Ibu Ambar Mengajar " a i u e o " #cerita ambar2

                  Benar adanya, bahwa kemampuan seseorang tidak bisa dipukul rata sama. Karena kenyataan yang kuhadapi, setiap orang memiliki keunggulan dan kekurangannya masing- masing. Seseorang dapat belajar dan memahami sebuah pelajaran dengan cara yang berbeda- beda atau dengan waktu yang berbeda juga, dapat memahami dengan cepat atau lambat, atau malah lambat sekali. Tetapi dibalik itu semua haruslah ada kesungguhan yang mengiringi.    Tidakkah akan menurun jika pemahaman yang cepat tidak dibarengi dengan kesungguhan ? mungkin dalam pembelajaran dia akan mengalami sedikit perlambatan sehingga bisa saja dirinya tersusul oleh seseorang yang pemahamannya lambat namun memiliki kesungguhan belajar yang luar biasa. Tetapi berbeda lagi dengan seseorang yang pemahamannya lambat dan tidak memiliki kesungguhan untuk belajar atau kesungguhan untuk menjadi lebih baik, karena pastilah dirinya akan tertinggal jauh di belakang....