Perjalanan Menggapai Bintang
“mbar,
siang ini ada acara gak ?” Dita memanggilku dan bertanya mengenai kegiatanku
siang ini. “engga ta, kenapa emang ?” aku menjawab dengan santai. “Belajar
bareng yuk” jawab dita lagi. Siang itu adalah 1 bulan menuju Ujian Nasional, aku
dan Dita adalah 2 orang siswi SMA Negeri 1 Citeureup tingkat akhir alias kelas
9 atau 3 SMA. Sudah sekian lama kami menekuni belajar untuk persiapan kami
menghadapi Ujian Nasional nanti, namun masih banyak sekali materi yang belum
kami kuasai. Di sekolah kami mengambil jurusan IPA dimana ada 3 mata pelajaran
jurusan yaitu Biologi, Fisika, dan Kimia, Jujur diantara 3 mata pelajaran
tersebut aku sangat belum menguasai materi UN terutama materi- materi tingkat
akhir yang sulit sekali sih menurutku hehe. Semenjak beberapa bulan yang lalu,
aku dan Dita memutuskan untuk lebih sering belajar bersama-sama.
“Ta,
gimana seandainya kalau lu gak lolos SNMPTN ?” tanyaku pada Dita “Kayaknya sih
gua mau coba SBMPTN mbar, kalau misalnya gak lolos juga, kayaknya gua bakal
nunda kuliah deh, gua cari uang dulu. Abis kalau gua ngambil ujian mandiri sama
aja kaya gua kuliah di swasta, bisa bayar dari mana gua?” jawab Dita dengan
serius. Dita memang berasal dari keluarga sederhana, apalagi belum lama ini
ayah dita terkena PHK sehingga dirinya hanya mendapat biaya hidup dari
berjualan, dari semenjak kecil dita adalah anak yang rajin, ketika aku mengenal
dia di kelas 3 SMA, akupun termotivasi dengan gigihnya usaha dia untuk
menggapai sesuatu, tanpa mengeluh keadaan apa yang sedang ia alami saat itu.
SNMPTN adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Aku dan dita
sudah mengirim berkas untuk seleksi tersebut yang difasilitasi oleh pihak
sekolah, sehingga kami tinggal menunggu pengumumannya saja. Sedangkan SBMPTN
adalah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dimana jalur ini melalui
jalur tes tulis yang berbeda dengan SNMPTN yang melalui jalur raport.
“Assalamualaikum
warohmatullahi wabarokatuh, diberitahukan kepada seluruh peserta Ujian
Nasional, setelah Ujian selesai diharapkan berkumpul di lapangan” terdengar
pengumuman dari mulut speaker di kelas. Ujian Nasional berakhir, aku telah
berusaha semampuku dan telah menyerahkan hasilnya kepada Allah swt. Di lapangan
sekolah semua siswa kelas 3 SMA bersorak senang dan berbagi cerita, begitupun
dengan aku yang dipeluk teman – teman seperjuanganku hehe. Tidak lama
pengumuman lolos SNMPTN telah tiba, dan tidak sangkaaaa Dita lolos dan aku
engaaaa hehehe. Dita lolos di Universitas Negeri Jakarta dengan jurusan Ilmu
Komputer. “Congrats yaaa taaaaa, tetep semangat buat kedepannya” ku kirim
ucapan selamat melalui chat bbm.
Setelah
pengumuman itu aku mulai belajar lagi untuk persiapan SBMPTN, dan lagi aku
gagal, akupun tiba pada waktu Ujian Mandiri, aku mendaftar Ujian Mandiri di
Universitas Negeri Jakarta. Hari itu aku diantar oleh bapak dan ibuku, sekitar
pukul 07:00 pagi aku sampai di Universitas Negeri Jakarta, dan selesai sekitar
pukul 14:00 siang hari. Di perjalanan pulang kami mengobrol mengenai ujian yang
aku laksanakan, sebenarnya aku tidak yakin dapat lolos di Ujian Mandiri itu,
tapi disisi lain akupun sedih bila harus mengecewakan orang tuaku lagi. Ketika
sampai dirumah, aku langsung beranjak ke indomart dekat rumah untuk membeli
coklat dan es krim, hanya itu yang dapat mengobati kepenatan yang kualami.
Sampai
pada pengumuman Ujian Mandiri, dan lagi aku mengecewakan kedua orang tuaku.
Beberapa hari aku terpuruk dengan keadaan itu. Aku bertanya pada diriku kenapa
gak lolos juga? Tetapi keterpurukan ku tidak berlanjut jauh, aku tanamkan dalam
diriku, bila masa depan ku tidak hanya diukur karena aku masuk Universitas
Negeri. Aku bangkit dan mencoba mencari Universitas Swasta yang sesuai dengan
keadaanku saat itu, bertemulah aku dengan Universitas Djuanda Bogor. Aku mulai
merancang impianku yang baru, merancang banyak cara untuk aku menggapai bintang
sebanyak mungkin, biarpun swasta, aku harus membuktikan bahwa aku bisa menjadi
lebih baik. Aku memutuskan untuk mengambil jurusan PGSD, aku mendaftar diantar
oleh ibuku. Kami berangkat menggunakan angkutan umum dari Terminal tol jagorawi
dan berhenti di Terminal tol ciawi. Aku dan ibuku segera masuk ke ruang
pendaftaran, ruangan tersebut bernama Ruangan PMB yang bersebelahan dengan Gedung
A, setelah selesai aku dan ibuku mampir di warung panjang yang berada di
Universitas Djuanda.
Pada
hari sabtu di akhir bulan September aku mulai masuk kuliah, saat itu hari
pertama dan saat itu adalah persiapan untuk taaruf atau Ospek. Hari itu kami
diperintahkan untuk kumpul di lapangan dekat tempat duduk DPR alias tempat
duduk di bawah pohon rindang hehe. Itulah hari pertamaku masuk kampus,
kegagalan yang kualami selama ini akan kujadikan kegagalan yang menundaku
menggapai kesuksesan. Dan inilah hari pertama ku memulai menggapai bintang, dan
akan masih panjang lagi perjalananku menggapai banyak bintang. Karena apa? Ini
adalah awal.
Komentar
Posting Komentar