Langsung ke konten utama

Inikah Nasib Seorang Muslimah ? #2 (Pakai jilbab maupun tidak sama-sama gerah)

Hasil gambar untuk perempuan keringetan pakai jilbab

Dengan jilbab mengeluh, tidak dengan jilbab pun mengeluh, namun dengan jilbab kita penuhi satu ketaatan, tanpa jilbab satu kewajiban ditinggalkan padahal azab Allah jelas di depan.


         Aku memang semenjak kecil dipakaikan jilbab oleh kedua orangtua ku, bahkan semenjak kecil pula aku sangat malu ketika teman laki- laki maupun perempuan melihat aku tanpa jilbab, tapi aku rasa itu bukan karena pemenuhan kewajibanku sebagai muslimah melainkan karena aku sebelumnya tak pernah telihat tidak memakai jilbab di depan mereka. Selama itu aku memang mengeluh gerah ketika selesai pelajaran olahraga, begitupun dengan temanku, selama itu pula aku mengeluh kepanasan disaat matahari sangat terik, dan begitupun yang temanku rasakan, kita sama- sama gerah dan kepanasan, tapi bedanya aku memakai jilbab. ternyata inilah yang dinamakan kebiasaan sejak dini, mungkin saat itu aku tak mengerti mengapa aku mengenakan jilbab, ya mungkin karena ibuku  pun mengenakan jilbab, namun setelah dewasa aku mengerti kenapa saat itu aku harus mengenakan jilbab di tengah- tengah temanku yang tidak mengenakan jilbab. ya inilah sebabnya karena menanamkan atau memulai memakai jilbab setelah dewasa tidaklah mudah, mengistiqomahkan sesuatu hal baik itu tidak mudah, bahkan  aku pun yang bertahun- tahun mengenakan jilbab masih saja tergoyah hatinya, ya... tidak mudah.  
_________________________________________________

      Alasan gerah, panas, itu yang sering terlontar dari temanku saat kecil, alasan belum siap dan akhlak belum baik itu alasan yang sering terlontar dari temanku saat dewasa, okelah untuk masa- masa kecil atau anak - anak tapi untuk yang sudah baligh dan dewasa, itulah kewajiban, bentuk taat kita kepada Tuhan kita, ketika tidak dibiasakan sejak dini, mungkin setelah baligh keadaan kita belum ingin untuk mengenakan jilbab sehingga kita harus menanggung dosanya, namun bila tertanam sejak dini kita tak lagi ragu, tak lagi canggung mengenakan jilbab setelah baligh sehingga insyaallah kita terhindar dari dosa. tak perlu takut hitam karena terik nya matahari di dunia, karena panas nya api neraka akan lebih panas dari apa yang kita rasakan sekarang. tidak ada ujian yang enak semua harus bersusah- susah dahulu lalu bersenang- senang kemudian. jangan takut jadi gak cantik karena muka jadi belang, karena muka belang belum tentu tidak cantik hehehe, tenang dan santai karena berbagai perawatan wajah yang dibuat adalah untuk dibeli iyakan ? iiiyyap, betul lah. Jangan takut dengan penilaian manusia karena yang berhak menilai kita hanya Allah swt.
__________________________________________________

           Dibalik tidak mudahnya memulai suatu hal baik, bukan berarti kita terlambat untuk memulai. jadi dibalik tidak mudahnya memulai mengenakan jilbab setelah dewasa, bukan berarti kita terlambat untuk mengenakan jilbab setelah dewasa. Bukan berarti kita harus pasrah dengan dosa yang selama ini kita tanggung, tapi inilah kewajiban kita, salah satu bentuk taat kita kepada Tuhan kita, tidak ada kata terlambat untuk bertaubat, bertaubatlah sebenar- benar nya taubat, mulailah hal baik dengan niat yang baik, Allah Maha Pengampun bagi hambanya, Allah senang ketika hambanya benar- benar meminta, Allah sangatlah Maha baik. mulailah untuk taat melalui jilbab, insyaallah Allah memudahkan jalannya, insyaallah Allah menjaga kita, bermula dengan jilbab insyaallah akhlak mengikuti didalamnya. jadikan masa lalu mu untuk pelajaran di masa depan, biasakan jilbab pada adik kita yang masih kecil atau untuk anak kita kelak. Masa lalu itu memang membuat kita begitu berdosa tetapi jangan membuat diri ini semakin berdosa, berikan hak diri kita sebagai muslimah jangan biarkan diri kita larut dalam ketidaktaatan, percayalah bahwa Allah maha pengampun, mohon lah ampun sebanyak- banyaknya dan berjanjilah untuk terus memperbaiki kualitas diri sebagai muslimah.
_________________________________________________

         Merasakan panas, gerah, keringetan dimana- mana, ribet dan lain sebagainya. semua itu bukanlah nasib kita sebagai muslimah tapi inilah ujian, ujian tidak ada yang enak kan ukh ? hehe. biarlah bersusah- susah dahulu atau bahkan bersusah- susah terus hingga Allah ridho memberikan kita kesenangan. inginnya naik kelas maka bersabar, berusaha, dan tetap berdoa untuk bisa menempati surgaNya kelak. 
_________________________________________________
wallahua'lam bishowab. #KeepIstiqomahWithYourHijab.  
.
.
sumber gambar : www.google.co.id

Komentar

Pengalaman pertama dipanggil "ibu ambar" #cerita ambar1

Puisi; Seperti Mimpi Buruk

Seperti Mimpi Buruk oleh : Ambar Haerani seperti mimpi buruk degup jantung tidak seirama nafas tidak sakit tetapi sedikit sesak tidur kali ini membuatku haus alarm tidak menyala dan berdering tapi kurasa setiap menit dia membangunkan tetap pada posisi berbaring dan lagi kucoba pejamkan seperti mimpi buruk dan benar aku taklagi pejamkan mata tapi nyatanya bukan mimpi buruk degupan jantung yang kencang karena satu tanda hening sepi... gelap, remang dengan cahaya bulan sesekali sahutan ayam berbunyi saat itu hanya aku yang terbangun seperti mimpi buruk namun hilang seketika, karena itu bukan mimpi buruk dia hadir bersama heningnya malam sampaikan rindu yang tlah lama terpendam hai kamu, apa kabar .. ternyata berbicara jarak tak selalu menyedihkan hai kamu, apa kabar .. ternyata jarak malah membuat rindu dan ingin slalu bersama selamat sore teman teman blogers, baru posting lagi nih diaw...

Gagal Hal Biasa, Mencoba tidak Semua Bisa, ketika Berhasil itulah yang Luar Biasa

     Banyak diantara kita yang merasa takut gagal sebelum mencoba sesuatu hal diluar kebiasaan yang biasa dilakukan. Takut mencoba sesuatu hal yang baru, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Padahal sesuatu yang baik mengapa tidak untuk dicoba dilakukan walaupun sebenarnya kita tidak memiliki keahlian didalamnya. Perilaku yang baik biasanya tertanam dari niat yang baik, kegiatan positif akan timbul ketika hati dan fikiran menuju kepada hal yang positif, dan keberhasilan berawal dari niat baik, hati serta fikiran positif yang mengarahkan raga menuju kegiatan yang positif.             Suatu keahlian tidak selalu harus menempuh jenjang sekolah , sehingga banyak orang memiliki keahlian yang baik namun bukan dikarenakan dirinya pernah sekolah dalam bidang keahliannya, melainkan dirinya mengawali hal tersebut dari mencoba dan mulai menekuninya. Walaupun memang, sering di kehidupan kita keahlian dapat diakui bila kita telah mendapatkan se...

Inilah Ketika Ibu Ambar Mengajar " a i u e o " #cerita ambar2

                  Benar adanya, bahwa kemampuan seseorang tidak bisa dipukul rata sama. Karena kenyataan yang kuhadapi, setiap orang memiliki keunggulan dan kekurangannya masing- masing. Seseorang dapat belajar dan memahami sebuah pelajaran dengan cara yang berbeda- beda atau dengan waktu yang berbeda juga, dapat memahami dengan cepat atau lambat, atau malah lambat sekali. Tetapi dibalik itu semua haruslah ada kesungguhan yang mengiringi.    Tidakkah akan menurun jika pemahaman yang cepat tidak dibarengi dengan kesungguhan ? mungkin dalam pembelajaran dia akan mengalami sedikit perlambatan sehingga bisa saja dirinya tersusul oleh seseorang yang pemahamannya lambat namun memiliki kesungguhan belajar yang luar biasa. Tetapi berbeda lagi dengan seseorang yang pemahamannya lambat dan tidak memiliki kesungguhan untuk belajar atau kesungguhan untuk menjadi lebih baik, karena pastilah dirinya akan tertinggal jauh di belakang....